You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Wagub Nobar Film Partikelir Bersama Wartawan
photo Nurito - Beritajakarta.id

Sandi Nonton Bareng Film Partikelir

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno menggelar nonton bareng (nobar) Film Partikelir di salah satu bioskop di kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (16/4) malam.

Karenanya kita mendukung industri perfilman karena dapat mendorong ekonomi kreatif dan menciptakan lapangan kerja

Pada kesempatan ini, Sandi turut mengajak nobar para wartawan yang biasa meliput di lingkungan Balai Kota DKI Jakarta.

Dikatakan Sandi, industri perfilman dapat menciptakan lapangan kerja. Karenanya, ia mendukung kemajuan industri perfilman di Jakarta.

Wagub Apresiasi Pengesahan Empat Raperda Sesuai Jadwal

"Bayangkan dalam seminggu ada empat atau lima film baru. Berapa banyak lapangan kerja yang tercipta  tentunya lebih banyak lagi. Karenanya kita mendukung industri perfilman karena dapat mendorong ekonomi kreatif dan menciptakan lapangan kerja," ujar Sandi usai menonton film besutan Pandji Pragiwaksono tersebut.

Ditambahkan Sandi, Film Partikelir selain menghibur juga membawa pesan moral tentang bahaya narkoba. Oleh karena itu, dirinya berharap perang melawan narkoba ini tidak terlambat, dan harus ditangani sedini mungkin.

"Sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada, narkoba harus diperangi bersama. Pemprov DKI akan all out perangi narkoba," kata Sandi.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1177 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1153 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye930 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye919 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye840 personBudhi Firmansyah Surapati